Peringatan HKN ke – 51 pada 2015 menjadi pembelajaran bersama untuk melakukan apa yang harus kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Merenungkan kembali upaya-upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagaimana tujuan Pembangunan Kesehatan yang kita harapkan.
“Generasi Cinta Sehat Siap Membangun Negeri” harus dimaknai secara lebih luas, yaitu pentingnya mengedukasi masyarakat agar berperilaku sehat, perlunya mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat, dan memberikan tanggungjawab menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya untuk hidup sehat melalui upaya preventif dan promotif. Karena Sehat adalah milik kita, tidak pandang usia, sehingga pada setiap tahapan siklus hidupnya sejak usia dini hingga lanjut usia harus cinta sehat.
Dalam rangka HKN ke-51, Puskesmas Sungai Lulut menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Berbagai lomba diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat terhadap kesehatan, diantaranya :
1. Lomba Penyuluhan Kader Posyandu dengan tema "Gizi Seimbang" di pantai Batakan
2. Lomba Penulisan Artikel Kesehatan bagi siswa MA dengan tema "Kesehatan Reproduksi Remaja "
3. Lomba membuat Poster bagi siswa SMP/MTs dengan Tema "Bahaya NAPZA pada Remaja"
4. Seminar Bidan dan Ibu Hamil se Kabupaten Banjar
5. Apel Besar di Lapangan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar
dalam momen ini banyak hadiah yang diberikan kepada peserta baik murid sekolahan, kader kesehatan serta sekolahan yang banyak membantu untuk bersama-sama mewujudkan masyrakat yang sejahtera dan mewujudkan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, untuk meujudkan hal tersebut Puskesmas Sungai Lulut tidak menggunakan dana baik dari APBD,JKN dan BOK melainkan partisipasi dari masyarakat dan dukungan sponsor baik dari produk susu maupun obat-obatan suplemen penambah darah, untuk selanjutnya acara tersebut bisa kita laksanakan mudah-mudahan untuk tahun depan nya lagi..WAP
Selasa, 03 November 2015
PELAKSANAAN BIAS DI MADRASAH SANAFIYAH 1 SUNGAI LULUT
| Kepala Puksesmas Sungai Lulut sebagai Pembina Upacara |
Pada tanggal 12 Oktober
Puskesmas Sungai Lulut mnelakukan Pekan Immunisasi Nasional di Sekolah Madrasah
sanafiyah 1, dalam acara PIN di sekolah ini semua anak kelas 1 samapi kelas 3
dilakukan imunisasi dasar guna mencegah terjadinya paparan penyakit pada
kemudian hari, imunisasi sebagai pencampaian MDGs dan Penilaian dalam IPKM (
Indeks Prestasi Keshatan Manusia ) adalah program wajib yang harus dilakukan
oleh setiap puskesmas, sebelum dilakukan PIN di sekolahan dilakukan Upacara
Bendera yang dihadiri oleh kepala Puskesmas sungai Lulut Dr.H.Wuruk Agung
Pribuwono dan straf pemegang program Imunisasi serta seluruh murid dan
Kepala Sekolah, Guru, di sekolahan Madrasah Sanafiyah 1 Sungai Lulut, dalam
kata sambutan nya Kepala Puskesmas Sungai Lulut mengatakan " Bahwa program
PIN BIAS ini adalah Hukumnya wajib dilakukan pada setiap sekolahan, dan
memotifasi anak-anak untuk mau diberikan Imunisasi, karena anak-anak kebanyakan
takut untuk disuntik.
Mengapa Pemerintah
Menyelenggarakan BIAS ?
Imunisasi
yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi terhadap penyakit
PD3I (Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) sampai usia
sekolah, Hal ini disebabkan karena saat anak mulai memasuki usia sekolah dasar
telah terjadi penurunan tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi bayi, Oleh
sebab itu Pemerintahdalam hal Puskesmas menyelenggarakan imunisasi ulangan pada
anak sekolah dasar/ sederajat yang pelaksanaannya dilaksanakan serentak di
seluruh Indonesia “
| Pelaksanaan BIAS diawali dengan Upacara Bendera |
Jadwal
Pelaksanaan BIAS
|
Kelas
|
Awal
Ajaran Baru
Juli –
Agustus
|
Bulan
November
|
|
1
|
Campak
|
DT
|
|
2
|
|
TT/Td
|
|
3
|
|
TT/Td
|
Pada masa
transisi pemberian imunisasi TT/Td pada kelas 4 diberikan sampai tahun 2013
Dasar Pelaksanaan
Dasar
pelaksanaan BIAS adalah Surat Keputusan Bersama dan Pencanangan BIADS oleh 4
Menteri : Kesehatan, Dikbud, Agama Dalam negeri (14 November 1997) dan sejak
tahun 1998 BIAS dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan
November.
Tujuan Umum Pelaksanaan BIAS
Mempertahankan
pencapaian Eliminasi Tetanus Maternal Neonatal dan diperolehnya perlindungan
anak terhadap penyakit Difteri, Tetanus dan Campak dalam jangka panjang melalui
imunisasi Campak, DT dan TT/Td.
Tujuan Khusus Pelaksanaan BIAS
1.
Semua
anak SD/MI/SDLB mendapatkan imunisasi TT lengkap (5 dosis) untuk memberi
perlindungan selama 25 tahun terhadap Tetanus
2.
Semua
anak SD/MI/SDLB mendapatkan Imunisasi DT untuk mendapatkan perlindungan selama
10 tahun terhadap Difteri
3.
Semua
anak SD/MI/SDLB mendapatkan Imunisasi Campak untuk mendapatkan perlindungan
terhadap Campak selama 10 tahun
Senin, 02 November 2015
REFRESING KADER POSYANDU PUSKESMAS SUNGAI LULUT DI PANTAI TANGKINGSUNG
Kader posyandu adalah
seseorang yang dengan sukarela membantu semua pelaksanaan kegiatan di Posyandu.
Tentu saja kader tersebut sudah mendapat pelatihan dan bimbingan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan posyandu. Pelatihan dan bimbingan bisa diperoleh
dari bidan desa setempat, pelatihan di Puskesmas oleh Bidan Koordinator maupun
pelatihan – pelatihan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan. Kader merupakan
barisan terdepan untuk memberikan informasi tentang kondisi kesehatan
masyarakat di sekitar lingkungannya. Untuk kemudian disampaikan kepada bidan
desa untuk ditindaklanjuti ke tingkat berikutnya. Dengan banyaknya tugas dari
seorang kader posyandu maka tidak semua orang mau dengan sukarela untuk
menerima tugas sebagai kader posyandu. Karena menjadi kader posyandu setidaknya
harus mempunyai niat, kemauan yang keras dan pengetahuan yang cukup tentang
kesehatan.
Demikian pentingnya peran kader posyandu bagi kelancaran pelayanan kesehatan secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Dan tidak jarang juga para kader tersebut terlalu sibuk dan merasa beban kerjanya sangat tinggi sehingga banyak yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan, misalnya harus mementingkan kepentingan keluarga. Sehingga rate atau tingkat pergantian kader posyandu menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu diperlukan bimbingan dan pelatihan tentang kader kesehatan secara rutin dan intensif. Misalnya dengan mengadakian kegiatan refreshing kader.
Dalam kegiatan
Kader ini Puskeskesmas Sungai Lulut, Kabupaten Banjar menyelenggarakan di
Pantai Tangkisungpada tanggal 17 Oktober 2015, Refresing kader ini dikuti hampi
90 kader yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Lulut, maksud dan tujuan diadakan
refresing kader ini adalah sebagai sarana silahturahmi dan membatu kelancaran
kader sebagai ujung tombak dari puskesmas, karena kader puskesmas adalah yang
paling dekat dengan masyrakat jadi dengan adanya kaloburasi dengan puskesmas
dengan sendirinya tenaga kesehatan akan dibantu dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat yang masksimal dan meningkatkan nilai IPKM dari kabupaten Banjar dan
khususnya IPKM dari Puskesmas sungai Lulut terutama pada Cakupan Penimbangan
Bayi dan Balita, Menekan AKI dan AKB dan Cakupan Imunisasi bagi Bayi,
disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sungai Lulut Dr.H.Wuruk Agung Pribuwono dalam
sambutan di refresing Kader. Dalam hal ini juga Kepala Puskesmas mengatakan "Di dalam kegiatan tersebut, para kader diberikan materi-materi
tentang kesehatan terutama yang berkaitan langsung dengan tugas kader yaitu
materi tentang kegiatan posyandu itu sendiri, tumbuh kembang balita dan
kesehatan ibu dan anak. Selain itu juga diberikan materi tentang penyakit –
penyakit yang biasa terjadi di lapangan, meliputi gejala serta prosedur pelaksanaan
bila menemukan suatu kasus penyakit di lapangan. Misalnya DBD,DIARE,ISPA dan
penyakit lainnya" ( WAP)
Jumat, 30 Oktober 2015
SEMINAR SEHARI DALAM RANGKA HUT PONED PUSKESMAS SUNGAI LULUT DAN HARI KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2015
| Ibu-ibu hamil salah satu peserta |
Seminar Sehari dalam rangka HUT Poned Puskesmas Sungai Lulut dan Hari Kesehatan Nasional diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2015 bertempat di Halaman Depan Puskesmas, dihari oleh 70 bidan se kabupaten Banjar dan 50 Ibu Hamil di wil kerja Puskesmas Sungai Lulut, dalam kata sambutanya Kepala Puskesmas Sungai Lulut Dr.Wuruk Agung Pribuwono mengatakan Tantangan kedepan bagi bidan adalah dengan rendahnya IPKM Kabupaten Banjar Dan masih tingginya AKI dan AKB di kabupaten Banjar maka peran bidan diharapkan bisa mengatasi hal tersebut, mengingat bidan dan bidan desa adalah ujung tombak dalam pelayanan ibu hamil dalam persalinan dan diharakan pada tahun 2016 nanti semua penduduk di wil kerja Puskesmas Sungai Lulut dihimbau jangan melahirkan di rumah karena puskesmas sungai lulut siap memberikan persalinan 24 jam dan memiliki ruang khusus melahirkan yang sterildan peralatan yang baik, dalam kesempatan lain juga Kepala Dinas Kesehatan Kab.Banjar ' Berharap dengan adanya momen seminar yang diselenggarakan oleh puskesmas sungai lulut bisa menjadikan teranfer pengetahuan yang mana ahli kebidanan dan kandungan sebagai narasumbernya' dan beliau juga mengharap agar bisa menurunkan AKI dan AKB yang mana masih ada di wilayah Kabupaten Banjar karena pentingya pemberian tablet FE yang masih belum banyak diketahuai oleh ibu hamil maka dengan seminar kali bisa mengetahu apa bahaya dari tidak ada pemberian tablet besi bagi ibu hamil.
| nara sumber |
Sebagai Naraumber pada Seminar ini adalah Dr.Soeharto,SpOG beliau adalah dokter senior yang telah memberikan ilmunya dan didikasi sejak tahun 80-an, beliau juga termasuk dokter yang sangat prihatin dengan masih tingginya AKI dan AKB di Kabupaten BANJAR, beliau saat ini bertugas di RS.TPT Teluk Dalam dan aktif mengajar di Stikes Sarimulya, dalam paparan nya hampir kematian saat melahirkan dikarenakan ibu dalam keadaan Anemi, maka akan bermacam-macam pula bisa terjadinya tidak menutupnya rongga di tulang belakang dan akan berakibat cacat dalam fase berikunya, khususnya bagi ibu hamil dan setlah melahirkan diharapkan masih mengkomsumsi tablet besi sejumlah 90 tablet untuk menghindari anemi saat menyusui anaknya.
| Kabid Kesga dan Dr.Soeharto,SpOG |
| Penyerahan Hadiah Doorprise dari Sponsor |
Kegiatan FIT FOR SCHOOL di PUSKESMAS SUNGAI LULUT
| Kegiatan Akan dimulai Fit For School |
Kesadaran
akan pentingnya kesehatan harus ditanamkan sedini mungkin. Sejak kecil,
anak-anak harus diajarkan dan dibiasakan untuk menjaga kesehatan. Tidak perlu
dengan masalah yang rumit, yang membuat kening berkerut, tetapi dapat juga
melalui hal yang kecil yang mungkin terkesan sepele, namun memberikan dampak
yang cukup besar bagi kesehatan. Dengan memperkenalkan dan menanamkan sedini mungkin pelajaran
tentang kesehatan, penyakit ringan, sedang, maupun berat khususnya pada
anak-anak diharapkan dapat dicegah. Meski
demikian, ujar Kepala Puskesmas Sungai Lulut,Dr.Wuruk Agung, menanamkan kesadaran pada
anak-anak tentunya tidak mudah. “Minimnya pengetahuan yang dimiliki anak-anak,
serta kesadaran maupun pemikirannya yang masih belum matang, membuat anak-anak
mudah tergoda terhadap ajakan yang kadangkala negatif,” katanya. Untuk itu,
tandasnya, para orang tua diharapkan dapat membimbing, mengawasi dan
mengarahkan, serta memberikan contoh yang baik bagi anak-anak.
“Kita berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang
hebat sesuai dengan harapan. Namun tentunya kita tidak boleh hanya sekedar
memberi nasehat kepada mereka sementara kita sendiri melakukan hal yang
bertentangan dengan apa yang kita ajarkan kepada mereka,” pintanya. Dijelaskan,
meskipun pengetahuan dan pemikirannya sederhana, anak-anak sesungguhnya
memiliki logika dan sikap kritisnya sendiri terhadap lingkungan sekitarnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, sebagai teladan bagi anak-anak sudah sepantasnya
para orang tua untuk terlebih dahulu memperbaiki diri, karena perilaku orang
tua menjadi contoh dan panutan bagi anak-anaknya.
“Anak
ibarat selembar kertas putih. Kalau kita mengisinya dengan baik, maka baik
pula hasilnya. Begitu juga sebaliknya. Kalau kita memberi contoh buruk, maka
anak pun dengan mudah meniru perilaku buruk itu,” tandasnya
| Cuci tangan |
| Cuci Tangan |
| Dihadiri Oleh Maneger GIZ untuk Indonesia dan Asia |
Sementara itu Panitia Penyelenggara Drs.Yulli Kepala SDN Sungai
Lulut 1 mengatakan, program Fit For School ini merupakan buah kerjasama antara
TP UKS/UKGS Puskesmas Sungai Lulut, dengan Germani Internasional Development
(GIZ). Di Kabupaten Kabuapten Banjar Program ini sebagai rintisan yang
selanjutnya akan dikembangkan di seluruh Prop Kalimantan selatan pada tahun
2016. Pada kesempatan itu turut hadir perwakilan dari GIZ Mr. Zuan Alfonco, Dekan
Fakultas Kedokteran Gigi DR.Drg.Rosehan Andani,Msc dan Kepala UPT Pendidikan
Kecamatan Sungai Tabuk, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Kab.Banjar
Hj.Mahdalena,M.Kes serta lainya..Sungai Lulut 18 Oktober 2015
Senin, 07 September 2015
Kunjungan Kerja ke Puskesmas Alalak Selatan
Pada tanggal 12 juni 2015 Puskesmas Sungai Lulut melakukan kunjungan ke Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin, guna studi banding Poned yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Alalak Selatan, dalam kunjungan ini diikuti oleh Kepala Puskesamas yaitu Dr.H.Agung pengolala KIA dan Ko. Poned, dalam kunjungan ini diharapkan agar kerja Poned yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Sungai Lulut lebih memantapkan dalam pelayanan persalinan yang mana akan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di lingkungan kerja Puskesmas Sungai Lulut
Selasa, 09 Juni 2015
LOMBA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI LULUT
| Juara Lomba MPASI disematkan oleh Kepala Dinas |
Perlombaan bayi merangkak
Pada tanggal 7 Juni 2015, Puskesmas Sungai lulut menyelenggarkan Lomba Bayi dan Balita Sehat yang bekerja sama dengan PT.Kalbe Nutrisi Produk Makanan Bayi Milna, acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas dan Kabid Kesga, Camat Sungai Tabuk dan Tokoh masyarakat di Kecamatan Sungai Tabuk, dalam kata sambutan Kepala dinas Kab. Banjar Bpk.Ikhwansyah. M.kes Mengatakan bahwa kegiatan kali ini adalah sebagai pintu awal gerakan ayo posyandu yang rencana akan dibka kegiatan serupa di lima titik di Kab.Banjar, Kepala Dinas juga mengatakan, dalam kegiatan ini mudah-mudahan terutama ibu yang punya bayi dan balita juga memahami manfaat MPASI dalam 1000 hari pertama perkembangan sikecil karena dalam acara ini juga ada edukasi dan seminar tentang kesehatan anak.
Dalam kesempatan lain Kepala Puskesmas Dr.H.Agung, mengatakan bahwa lomba MPASI ini diharapkan akan berlangsung setiap tahunya, karena dengan kegiatan seperti ini akan menumbuhkan semangat menjaga kesehatan bagi masyrakat teutama program Puskesmas Sungai Lulut adalah menekan kematian ibu dan anak dan mengharapkan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, dan untuk meningkatkan SPM di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Lulut.
Selasa, 16 September 2014
Kejadian Antara Kabut Asap dengan kejadian ISPA di Puskesmas Sungai Lulut
Kebakaran merupakan salah satu permasalah yang menimbukan dampak buruk bagi lingkungan
dan kesehatan. Asap yang berasal dari kebakaran merupakan salah satu faktor pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit seperti ISPA dan pneumonia.
dari data sekunder pada dinas kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tahun 2012. Desain
pengambilan data ini berupa potong lintang untuk melihat kemungkinan terjadi kebakaran dengan melihat
peningkatan titik api, sumber dari Badan Penanggulangan Bencana Dari data tersebut di analisis secara deskriptif dengan data curah hujan, penyakit ISPA dan Pneumonia sumber dari Puskesmas. Dari data tersebut didapatkan peningkatan titik api terjadi pada bulan Agustus sebanyak 50 titik api dan peningkatan curah hujan sebesr 245 mm. Hasil lain ditemukan gambaran bahwa ada korelasi antara peningkatan curah hujan sebesar 331 mm dengan penurunan titik api sebanyak 4 pada bulan Maret. Dari data tersebut didapatkan prevalesi penyakit ISPA sebesar 55.9% dan pneumonia dengan prevalensi sebesar 7.35 % dan pada tahun 20012. Hasil parameter pencemaran udara yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan parameter kualitas udara seperti PM10, SO2, CO dan O3 walaupun masih di bawah baku standar. Kesimpulan dari ambilan data ini menunjukkan bahwa curah hujan yang terjadi tidak mempengaruhi peningkatan titik api pada bulan-bulan tertentu, sedangkan kebakaran hutan atau lahan gambut yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Banjar mempengaruhi secara langsung terhadap prevalensi kejadian ISPA dan pneumonia. Tetapi analisis data perlu dilakukan untuk tahun berikutnya dalam rangka menunjang Vabilitas data tersebut dan di sikronkan dengan data kejadian ISPA dan Pneumonia yang belum terlacak
dan kesehatan. Asap yang berasal dari kebakaran merupakan salah satu faktor pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit seperti ISPA dan pneumonia.
dari data sekunder pada dinas kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tahun 2012. Desain
pengambilan data ini berupa potong lintang untuk melihat kemungkinan terjadi kebakaran dengan melihat
peningkatan titik api, sumber dari Badan Penanggulangan Bencana Dari data tersebut di analisis secara deskriptif dengan data curah hujan, penyakit ISPA dan Pneumonia sumber dari Puskesmas. Dari data tersebut didapatkan peningkatan titik api terjadi pada bulan Agustus sebanyak 50 titik api dan peningkatan curah hujan sebesr 245 mm. Hasil lain ditemukan gambaran bahwa ada korelasi antara peningkatan curah hujan sebesar 331 mm dengan penurunan titik api sebanyak 4 pada bulan Maret. Dari data tersebut didapatkan prevalesi penyakit ISPA sebesar 55.9% dan pneumonia dengan prevalensi sebesar 7.35 % dan pada tahun 20012. Hasil parameter pencemaran udara yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan parameter kualitas udara seperti PM10, SO2, CO dan O3 walaupun masih di bawah baku standar. Kesimpulan dari ambilan data ini menunjukkan bahwa curah hujan yang terjadi tidak mempengaruhi peningkatan titik api pada bulan-bulan tertentu, sedangkan kebakaran hutan atau lahan gambut yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Banjar mempengaruhi secara langsung terhadap prevalensi kejadian ISPA dan pneumonia. Tetapi analisis data perlu dilakukan untuk tahun berikutnya dalam rangka menunjang Vabilitas data tersebut dan di sikronkan dengan data kejadian ISPA dan Pneumonia yang belum terlacak
kanker serviks ciri-ciri dan pencegahan kanker serviks
Kanker Serviks
Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahan Kanker Serviks
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker
serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah
leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian
bawah antara kemaluan wanita dan rahim.
Penyebab Kanker Serviks
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker
serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV
tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya
melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu,
penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang
yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup
yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini.
Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan
vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat
menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan
berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti
pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim
pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker
serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker,
penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering
melahirkan.
Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks
Kanker serviks membutuhkan
proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah
penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat
tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di
sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun
sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun
sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap
perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
1.
Saat berhubungan intim selaku
merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
2.
Mengalami keputihanyang tidak normal disertai dengan
perdarahan dan jumlahnya berlebih
3.
Sering merasakan sakit pada
daerah pinggul
4.
Mengalami sakit saat buang air
kecil
5.
Pada saat menstruasi, darah
yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
6.
Saat perempuan mengalami
stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha
mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak
stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Selasa, 02 September 2014
Senin, 01 September 2014
MANFAAT BUAH CARICA

Buah carica menjadi salah satu buah andalan gunung dieng olahan buah carica yg saat ini paling familiar adalah manisan carica,carika mempunyai nama latin (carica pupescens) sebenarnya buah carica termasuk dlm golongan sodara kembar pepaya ,hanya saja carica sedikit agak manja di banding pepaya ,betapa tidak kalau pepaya dapat tumbuh di berbagai tempat termasuk yg relatif panas ,tapi carica hanya tumbuh di dataran tinggi dieng yg relatif dingin dan segar cuacanya.
Salah satu manfaat dan khasiat buah carika adalah berfungsi sebagai antiseptik dan dapat mencegah berkembangnya bakteri pada usus manusia yg dapat merugikan.dapat juga men
Buah carica menjadi salah satu buah andalan gunung dieng olahan buah carica yg saat ini paling familiar adalah manisan carica,carika mempunyai nama latin (carica pupescens) sebenarnya buah carica termasuk dlm golongan sodara kembar pepaya ,hanya saja carica sedikit agak manja di banding pepaya ,betapa tidak kalau pepaya dapat tumbuh di berbagai tempat termasuk yg relatif panas ,tapi carica hanya tumbuh di dataran tinggi dieng yg relatif dingin dan segar cuacanya.
Salah satu manfaat dan khasiat buah carika adalah berfungsi sebagai antiseptik dan dapat mencegah berkembangnya bakteri pada usus manusia yg dapat merugikan.dapat juga menormalkan PH yg terdapat pada usus,ahirnya keadaan flora usus akan normal kembali.
Buah carica juga mengandung vitamin yg sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari pada kandungan vitamin c yg terdapat pada buah jeruk,buah carica juga mengandung vitamin A yg juga melebihi kandungan vitamin A pada wortel,buah carica juga mengandung vitamin E maupun vitamin B komplek.Yg tentunya kandungan2 yg tersebut diatas sangat baik untuk kesehatan manusia.
Minggu, 31 Agustus 2014
Kemenkes RI Bakal Akreditasi Puskesmas
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI
bakamelakukan akreditasi pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di
seluruh daerah. Akreditasi dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif yang
direncanakan akan dimulai tahun 2015 mendatang.
Hal
itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti kepada Suara
Merdeka di sela Jambore Pelayanan Primer yang diadakan BPJS Kesehatan
Divisi Regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
"Kami
sudah menggodok tata aturan akreditasinya dari poin penilaian, assesor, hingga
tim. Paling lambat tahun 2015 pelaksanaan akreditasi sudah berjalan,"
ujarnya.
Dia
menuturkan, Puskesmas saat ini memang sudah ada yang memiliki standar ISO. Akan
tetapi, pihaknya merasa perlu dilakukan pula akreditasi yang menyeluruh dari
SOP pelayanan, pengolahan limbah, kualitas tenaga medis, hingga sisi medisnya
itu sendiri.
"Tujuannya
sebagai upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan secara terus menerus pada
masyarakat. Apalagi, sekarang Puskesmas juga termasuk dalam Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) yang tengah terus dikembangkan di seluruh daerah di
tanah air," paparnya.
"FKTP
itu memberi penanganan lebih awal bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Juga
sekaligus menjadi filter dan kendali mutu yang dapat dipercaya oleh masyarakat.
Orang sakit itu harus mendapat pelayanan yang cepat dan bermutu. Nah, Puskesmas
berperan di sana," Ungkap Kepala Dinas Kesehatan
Sementara
itu, Kepala Divisi Regional VI BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari
menjelaskan, tidak hanya Puskesmas yang masuk dalam FKTP. Akan tetapi, ada pula
Klinik Pratama, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama milik TNI, dan Klinik
Pratama milik Polri."FKTP berperan penting dalam
keberhasilan program jaminan kesehatan nasional (JKN). BPJS sebagai badan
penyelenggara JKN selalu mengutamakan kendali mutu yang dilakukan dengan
pemenuhan standar mutu fasilitas kesehatan. Juga pemenuhan standar proses
pelayanan kesehatan," jelasnya.
Jumat, 29 Agustus 2014
PEMBUKAAN DAN SOSIALISASI PUSKESMAS SUNGAI LULUT SEBAGAI PUSKESMAS PONED DAN PELAYANAN UGD 24 JAM
Pembukaan Puskesmas Sungai Lulut sbagai Puskesmas Poned di buka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Bpk. Ikhwansyah.Mkes. pada tanggal 27 Agustus 2014 di Sungai lulut, dalam kesempatan tersebut juga di sepakati untuk kesepatan bersama yaitu, Puskesmas sungai lulut, Dinas Kesehatan, Kecamatan Sungai Tabuk, Pembakal Sungai Tanipah, Pembakal Sungai Bakung, diantarnya guna meningkatkan derajad kesehatan masyarakat dan guna meningkatkan capaian MDS maka semua sektor berkomintmen untuk bekerjasama dalam hal tersebut, dalam arahan bapak Kepala Dinas mengatakan bahwa dengan dibukanya pelayanan PONED di Pukkesmas Sungai Lulut diharapkan bisa menekan angka kematian ibu dan bayi, karena ujar Kepala Dinas bila ada kalau masih ada kematian ibu dan bayi kerja puskesmas sebagai garda depan pelayanan kesehatan masih buruk dan perlu ditingkatkan lagi guna menekan angka kematian tersebut,
Acara sosialisasi PONED juga dihadiri oleh Camat Sungai Tabuk, Kelurahan Sungai Lulut dan Kepala Desa Sungai Tanipah serta pembakal Sungai Bakung, dalam arahan dari Camat Sungai Tabuk, Bapak Arsad,S.Pd.MM, menatakan bahwa untuk menunjang kegiatan poned dan mendukung kegaitan tersebut maka camat sebagai pemangku wilayah faktor keamanan yang dikeluhkan oleh petugas medis bila berjaga maka laporkan saja ke saya nanti saya akan saya tindak pada hari itu juga bila memungkinkan akan terjun hari itu juga bila ada yang dirasa mengancam petugas jaga, harapan tersebut memang sangat mendasar dikarenakan wilayah puskesmas rawan terhadap gangguan keamanan terutama dari kejahatan. dengan demikian secara simbolis dengan dibukanya PONED tersebut maka Puskesmas Sungai Lulut akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terutam di wilayah kerja puskesmas sungai lulut,
Berikut pengertian PONED
PONED
(Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) merupakan pelayanan untuk
menggulangi kasus-kasus kegawatdaruratan obstetric neonatal yang meliputi segi
:
· Pelayanan obstetric : pemberian oksitosin parenteral, antibiotika
perenteral dan sedative perenteral, pengeluaran plasenta manual/kuret serta
pertolongan persalinan menggunakan vakum ekstraksi/forcep ekstraksi.
· Pelayanan neonatal : resusitasi untuk bayi asfiksia, pemberian
antibiotika parenteral, pemberian antikonvulsan parenteral, pemberian bic-nat
intraumbilical/Phenobarbital untuk mengatasi ikterus, pelaksanaan thermal
control untuk mencegah hipotermia dan penganggulangan gangguan pemberian
nutrisi.
PONED dilaksanakan di tingkat puskesmas, dan menerima rujukan dari tenaga atu
fasilitas kesehatan di tingkat desa atau masyarakat dan merujuk ke rumah sakit.
Puskesmas
mampu PONED yang merupakan bagian dari jaringan pelayanan obstetric dan
neonatal di Kabupaten/ Kota sangat spesifik daerah, namun untuk menjamin
kualitas, perlu ditetapkan beberapa criteria pengembangan :
1. Puskesmas dengan sarana pertolongan persalinan. Diutamakan puskesmas
dengan tempat perawatan/ puskesmas dengan ruang rawat inap.
2. Puskesmas sudah berfungsi/ menolong persalinan.
3. Mempunyai fungsi sebagai sub senter rujukan
· Melayani sekitar 50.000 – 100.000 penduduk yang tercakup oleh puskesmas
(termasuk penduduk di luar wilayah puskesmas PONED).
· Jarak tempuh dari lokasi pemukiman sasaran, pelayanan dasar dan
puskesmas biasa ke puskesmas mampu PONED paling lama 1 jam dengan transportasi
umum setempat, mengingat waktu pertolongan hanya 2 jam untuk kasus perdarahan.
4. Jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang perlu tersedia,
sekurang-kurangnya seorang dokter dan seorang bidan terlatih GDON dan seorang
perawat terlatih PPGDON. Tenaga tersebut bertempat tinggal di sekitar lokasi
puskesmas mampu PONED.
5.
Jumlah dan jenis sarana kesehatan yang perlu tersedia sekurang-kurangnya :
a. Alat dan obat
b. Ruangan tempat menolong persalinan
Ruangan ini dapat memanfaatkan
ruangan yang sehari-hari digunakan oleh pengelola program KIA.
ü Luas minimal 3 x 3 m
ü Ventilasi dan penerangan memenuhi syarat
ü Suasana aseptik bisa dilaksanakan
ü Tempat tidur minimal dua buah dan dapat dipergunakan untuk
melaksanakan tindakan.
c. Air bersih tersedia
d. Kamar mandi/ WC tersedia
6.
Jenis pelayanan yang diberikan dikaitkan dengan sebab kematian ibu yang utama
yaitu : perdarahan, eklampsi, infeksi, partus lama, abortus, dan sebab kematian
neonatal yang utama yaitu : asfiksia, tetanus neonatorum dan hipotermia.
4. Penanggung jawab
Penanggung jawab puskesmas mampu
PONED adalah dokter.
5. Dukungan Pihak Terkait
Dalam pengembangan PONED harus
melibatkan secara aktif pihak-pihak
terkait, seperti :
ü Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota
ü Rumah Sakit Kabupaten/ Kota
ü Organisasi Profesi : IBI. IDAI, POGI, IDI
ü Lembaga swadaya masyarakat (LSM)
Langganan:
Postingan (Atom)






